[REVIEW] Kdrama Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

Judul          : Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Tahun         : 2017 Episode      : 16 episode Pemain       : Lee Sung Kyung, Nam Joo Hy...

Judul          : Weightlifting Fairy Kim Bok Joo
Tahun         : 2017
Episode      : 16 episode
Pemain       : Lee Sung Kyung, Nam Joo Hyuk
Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

WHY I WATCH THIS DRAMA?

Pas lagi browsing di kissasian, drama ini peringkat atas-atas dan rekomendasi dari temenku katanya bagus. Ya udah aku tonton, walaupun kesel karena pemeran utamanya si Lee Sung Kyung (abis dia nyebelin banget di cheese in the trap & it's okay that's love sih)

THE PLOT (8/10)

Kim Bok Joo (Lee Sung Kyung) adalah seorang gadis yang bercita-cita sebagai atlet angkat besi, dia kuliah di Haneul Sport University. Bok Joo hidup bersama ayah dan pamannya. Ayah Bok Joo punya restoran 'Bok chicken' demi menghidupi putrinya, dan pamannya terobsesi jadi artis *lol*. 

Di kampus, dia bertemu dengan satu SD-nya yang bernama Joon Jong-Hyung (Nam Joo Hyuk) seorang atlet renang yang super jahil. 
Jong-Hyung vs Bok Joo
Di univ-nya si Bok Joo ini cukup populer karena sifatnya yang ceria, setia kawan, tapi zonk banget kalo urusan cinta. Suatu hari, pas Bok Joo kehujanan, dia dibantu seorang dokter bernama Jung Jae-Yi yang menjalankan klinik diet. Karena kebaikan si dokter, Bok Joo yang sebelumnya cuek bebek jadi naksir dan akhirnya mendaftarkan diri sebagai pasien di kliniknya. Masalah muncul saat Bok Joo ketahuan pergi ke klinik, padahal dia harus menaikan berat badan untuk menghadapi kompetsi angkat beban. Belom lagi setelahnya, Bok Joo sadar bahwa si dokter adalah kakak Jong-Hyung, cowok rese yang sering gangguin dia di kampus. 

THE CHARACTER (9.5/10)

Kim Bok Joo
Bok Joo ini anaknya cuek, tomboy, setia kawan. Dia seringkali ga peduli sama penampilan dan fokusnya cuma 1 : jadi atlet angkat besi paling hebat. Dia sering kesel sama perlakuan Joon-Hyung yang suka ngisengin dia dengan panggilan 'chubs' atau 'ndut'. Walaupun keliatannya cuek, pas jadi pacar Bok Joo ini rada pecemburu.
Kalo makan banyaaak banget. Beneran deh, ngakak mulu dah liat Bok Joo dengan segala ekspresi anehnya itu.
she's so cute!
Drama ini yang bikin aku putar haluan dari Lee Sung Kyung. Gila, jauh banget dari peran 'bitchy'-nya yang ada di drama lain. I'M A FAN NOW.

Jung Joon-Hyung
Ini cowok jahil banget, hobinya bikin Bok Joo ngamuk. Dia juga narsis tingkat dewa.
narsis parah, untung ganteng, termaafkan...
Tapi biarpun jahil, Joon-Hyung ini sayang banget sama keluarganya, tipe pacar yang setia, penyabar, aduh pokoknya boyfriend material parah. Yang aku suka, Joon-Hyung ini juga sangat suportif dan penyabar. 

Song Shi-Ho
Shi-Ho ini atlet gymnastik yang potensial, tapi mendadak kehilangan 'muse'-nya. Dia ini juga mantannya Joon-Hyung. Mereka putus karena sebuah alasan, tapi Shi-Ho dengan egoisnya minta balikan. Well, at first I hate her. But then... I can't help myself but pity on her too. I won't give the details, bcs I don't want to give a spoiler.

Jung Jae-Yi
Jae-Yi adalah dokter klinik berat badan yang ditaksir Bok Joo, sekaligus kakaknya Joon-Hyung *lol* dia ini orangnya proper, baik, penyabar (ga pernah marah sama Joon-Hyung) tapi sayangnya ga peka sama sekali. Bertahun-tahun sahabatnya naksir dia, tapi dia ga sadar.

Sun Ok & Nan Hee
Mereka berdua ini temen deketnya Bok Joo. Sama-sama atlet angkat beban, doyan makan, dan lucu banget. Si Nan Hee adalah seorang helpless romantic, kerjaanya ngayal punya pacar idaman yang so sweet. Dia suka ngasih 'ilmu sesat' pdkt ke Bok Joo yang akhirnya malah bikin salah paham HAHA. 

THE CHEMISTRY (10/10)

Jujur, iya. Bok Joo sama Joon Hyung ini cute parah! Probably this is my first otp in Korean drama. I ship them hard, I wish they were dating in real life. Dan abis baca berita....
'LAH ANJIR BENERAN PACARAN' pantesan kok chemistry-nya oke banget. Kesel *lah, kenapa aku yang kesel lol* FYI, I give the rating 10/10 before I even knew they were dating. Despite the fact, I really really really love the relationship between the two!

Aku suka banget gaya pacaran mereka. Alay (lol but seriously, who on earth yang ga jadi alay pas pacaran?) tapi di balik ke-alayan itu, it makes me smile really.... really big. Ini si Bok Joo dengan segala kecuekan dan Joon-Hyung dengan segala kejahilan dan ke-clingy-annya itu. Emang dari dulu lemah banget sama cowok clingy *maafkan*
(1) Bok Joo is preaching
(2) And Joon-Hyung be like... 'okay, i will do whatever you told me.'
I would say, Sung Kyung & Joo Hyuk really comfortable to each other. Their relationship is so pure and innocent, kind of remind us with a high-school lover. Mereka kenapa gemes banget, aku juga bingung.

CINEMATOGRAPHY (8.5/10)

Setting drama ini mostly di asrama, kolam renang, restoran bok chicken, tapi beberapa adegan pemandangannya emang breathtaking!
one my favorite spot in WFKBJ! Rooftoop asrama mereka.
(1)
(2) the city light sure is amazing
(3) ini pas Joon-Hyung ngajak kabur Bok Joo ke pantai

SOUNDTRACK (7/10)

Karena ini drama komedi romantis, soundtracknya didominasi sama lagu-lagu yang ceria. Some tracks sure are pumping your mood!


REASONS TO WATCH THIS DRAMA?

Is this drama worth the hype? I would say yes, definitely yes 1000000x padahal awalnya aku pesimis nonton ini lho! As usual, I will give you reasons why.

1. The skinship
Nggak mau bohong, drama ini tuh penuh dengan skinship ala kawula muda yang gemes, bikin kamu senyum sendiri. I mean... c'mon! 
Holding hands?
<3
Hugs?
back hug as a bonus!
(3)
(4) my favorite clingy boy
(5) a comforting hug after losing a competition

 Peck?
i'll run if you kiss me scene
(2) i'll run if you kiss me scene part 2 HAHA

Deep staring?
(1) 
(2)
(3)
(4)

Teasing?
(1)
(2) this is what happen when you have a strong gf HAHA
(3) joon hyung so cute <3

Kissing?

(1) snow kissing
(2)
(3)
(4)
(5)
DO NOT WORRY MY FRIEND, YOU WILL WATCH THEM ALL HAHAHAHAHA. 

2. The relationship goals
Walaupun plotnya biasa aja, menurutku WFKBJ is an A+ drama? Why? Justru karena ceritanya ringan, nggak bikin sakit kepala nontonnya. I love how realistic it is! No drama has ever made me happier than Bok Joo's did. This show is sparkled with laughter, cute moments, smile, and more smiles. 
Mulai dari ngeliat alur pdkt Joon Hyung dan Bok Joo yang lucu, terus berantem kecil mereka karena hal sepele tapi baikannya very heartwarming. Joon Hyung wants the best for Bok Joo, sometimes even unconventional (sampe bantuin Bok Joo pdkt sama kakaknya HAHA si bego) 

3. A different formula type of male lead
Bosen banget sama tipikal cowok drama yang jutek-jutek gitu, instead of being jutek, Joon Hyung ini malah langsung mengakui perasaannya dan berusaha pelan-pelan nunjukin ke Bok Joo kalo 'ini loh, liat aku tuh suka sama kamu' bahkan ngasih waktu Bok Joo untuk move on dari kakaknya. Ahh, it makes my cold heart melt.
Confession time
Dia ini jahil tapi baiiiiik banget aslinya. Dia selalu suport Bok Joo, ada pas Bok Joo sedih, dan melakukan banyak hal supaya bisa liat ceweknya seneng. 
kurang ajar banget ga sih? orang pake hairpin malah diolokin mirip capung *lol*
(1)
Di saat drama romantis lain nolongin ceweknya, dia malah jadiin Bok Joo tameng supaya dia ga kena basah. Nyebelin banget ga sih? 
<3
Tapi aslinya Joon Hyung itu sabaaar banget. Walaupun mereka lagi marahan, dia tetep perhatiin sampai si Bok Joo berhenti marah. 

Pas Bok Joo dihina karena 'ga selevel' sama Joon Hyung yang ganteng, Joon Hyung ini.... duh liat gif-nya aja deh haha.
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Pokoknya ini cowok boyfriend material parah!

3. No bitchy girl & second lead syndrom
Oke, awalnya si mantannya Joon Hyung itu emang minta timpuk pake batu, tapi menyebalkannya ga segitunya sih. Terus ga ada orang kedua yang bingung harus dipilih Bok Joo. This drama simply revolves around their relationship from friend to lover.

4. SWAG, WHAT, and friendship goals
I can't help but laugh everytime 'WHAT' backsound is coming up. Emang harus nonton dramanya dulu sih baru ngerti *huehehe* 
Persahabatan Bok Joo, Nan Hee, dan Seok Oh juga kocak parah dah. Though the plot may trivial, we can sense their friendship. Ketawa mulu setiap mereka bertiga adegan makan banyak atau ngomong 'SWAG' yang dilafalkan suweeeg dengan gaya sok cool.


suweeeg
(2) Bok Joo si gila HAHAHA
(3) lee sung kyung being a weirdo is amusing
(4)

5. It brings up across family matters
Karena kisahnya dekat dengan kehidupan sehari-hari, cukup banyak adegan orangtua-anak yang cukup menyentuh. Seperti waktu papanya Bok Joo yang single parent bikin asuransi jiwa diam-diam, masuk rs dan di telpon mereka saling minta maaf. Juga rahasia keluarga Joon Hyung yang bikin nyesek pas nonton.

6. Men are allowed to be emotional
Boys allowed to be gentle and loving, even crying a lot. It's okay, it makes them human. This drama show that boys needed support as much as girls. 
(1) poor joon hyung
(2)
(3)

7. Do you like messi?
Aduh ini bagian terngakak dari drama ini! Gara-gara ilmu sesatnya Nan Hee, setiap mau pdkt dia selalu nanya ke cowok : "do you like messi?" supaya keliatan asyik, bisa relatable cowok yang doyan sepak bola. Jadilah si Bok Joo ikut niruin ilmu sesat ala Nan Hee ke dokter Jae-Yi. Yang kemudian sialnya.... ketahuan Joon Hyung HAHA.
lol
Serius deh, this drama is a must. Ga bikin pusing, relatable, and too cute to skip! Cowoknya bikin senyum-senyum sendiri, just a mediocre story between two teenagers in love. Drama ini disuguhkan secara playful, tapi juga menyentuh dan menyenangkan di saat yang sama. I just love how simple this drama is, 10/10 for sure! 

Friendship, family, dreams, and love. SWAAAAG!







[Review] Drishyam : Film India Layak Tonton?

Judul      : Drishyam Tahun     : 2015 Durasi     : 163 menit Pemain   : Ajay Devgn, Tabu, Shriya Saran, Ishita Dutta I don...

Judul      : Drishyam
Tahun     : 2015
Durasi     : 163 menit
Pemain   : Ajay Devgn, Tabu, Shriya Saran, Ishita Dutta


I don't know whats gotten into me, sampe memutuskan nonton film India. Awalnya aku udah pesimis banget, karena... let's face it. Nonton film India itu kadang melelahkan. Karena? Durasinya panjang (bisa sampe 3 jam!), plus adegan nyanyi joget yang didramatisir. Tapi pas buka imdb, Drishyam ini ratingnya tinggi banget.

Because I'm full of paradox *lol* inget bahwa sejauh ini nonton film India memang banyak juga yang bagus kayak PK, 3 idiots, slumdog millionare, akhirnya aku memutuskan untuk nonton juga.

THE PLOT (9/10)

Adegan awal dibuka dengan perkenalan seorang laki-laki bernama Vijay Salgaonkar (Ajay Devgn) yang punya kehidupan biasa-biasa aja sebagai seorang suami dari 2 orang perempuan : Anju, anak angkatnya (Ishita Dutta), seorang siswa kelas dua belas, dan Anu (Mrunal Jadhav), seorang siswa kelas enam. Vijay ini seorang yatim piatu yang putus sekolah setelah kelas 4 SD. Sekarang dia adalah seorang pengusaha yang puas menjalankan layanan TV kabel bernama 'Mirage Cable' di Goa, tapi dia terkenal sebagai orang yang baik hati dan suka menolong. Apalagi dari polisi korup licik bernama Gaitonde (Kamlesh Sawant) yang terkenal suka minta duit kepada masyarakat sekitar dengan alasan yang menyebalkan.

Sebagai kepala keluarga, walaupun istrinya kadang jengkel karena Vijay ini pelit *lol* tapi dia seorang ayah yang sangat family oriented. Seharian, kerjaan Vijay ini menonton film. Pokoknya semua film dia tonton. Kemampuannya menyerap hal-hal dari film membuat Vijay bisa membantu tetangganya yang kesulitan dalam proses hukum.

Suatu hari, keluarga kecil Vijay ditimpa masalah. Anju, anak pertamanya diancam oleh Sam, temannya pas study tour. Sam ini dengan sengaja merekam Anju yang sedang berganti baju dan mengancam cewek itu untuk jadi pacarnya kalau video naked-nya tidak mau disebarkan. Karena shock, Anju akhirnya memukul kepala Sam hingga meninggal. Sialnya, Sam adalah putra satu-satunya Inspektur Jendral Meera Deshmukh (Tabu) yang terkenal dengan reputasi tanpa ampun.
Vijay dan keluarganya babak belur setelah di interograsi polisi
Jadi, bagimana Vijay melindungi anaknya dari interogerasi polisi? Dapatkah mereka melalui semuanya?

MY REVIEW? [no spoiler ahead]

Ini film yang jaw-dropping sekali, with a twist ending yang ga ketebak sama sekali. Kudos to the script writer, the director, the actors.... terutama yang meranin Anu. Itu anak kecil aktingnya hebat juga. 

Other than that, sepanjang film kita akan dibawa melihat bagaimana cerdiknya Vijay 'mengatur' keluarga kecilnya agar lepas jeratan polisi. Dari mengatur alibi, trik agar tidak terlihat berbohong saat interogerasi (bahkan saat mereka semua dipukuli sampe babak belur, dipaksa untuk mengaku). Semua itu karena ilmu yang diserapnya dari menonton banyak film. Bahkan si Vijay ini bisa tau sedikit masalah hukum dan menyelamatkan kenalannya (gaul banget ga sih?). Jadi, intinya belajar itu bukan hanya dari pendidikan formal, tapi bisa dari mana saja. Itulah yang selalu diajarkan Vijay kepada anak-anaknya.

Film ini juga tentang cinta orangtua kepada anaknya. Ya namanya juga orangtua, semua-mua juga bakal dilakukan supaya anaknya selamat, walaupun melakukan kesalahan. Dalam kasus Vijay, walaupun anaknya membunuh. Setali tiga uang dengan Vijay, Meera yang kehilangan anak satu-satunya, Sam juga berusaha menggunakan segala cara agar bisa membuktikan bahwa Anju bersalah, walau menggunakan cara yang tidak baik. 

Padahal Meera ini karirnya bagus, punya suami pebisnis yang sukses, tapi semua jadi tidak sepenting itu saat Sam hilang. Karena hartanya yang paling berharga adalah anak semata wayangnya itu. I think, Tabu nailed the job. Dari sorot mata, pembawaan, dan sikapnya Tabu berhasil memerankan sosok yang galak sebagai polisi, tapi tetap menjadi seorang ibu yang cinta banget sama anaknya, Sam.


(1)
Di satu sisi, Vijay sebagai orang yang baik harus dihadapi pada 2 pilihan : mengaku atas perbuatan Anju yang berakibat fatal bagi masa depan putrinya (dipenjara, putus sekolah dll) atau mengubur kejadian itu dan menjadi manusia yang bersalah (menyembunyikan mayat Sam dan move on hidup seperti biasa). 

Menurutku, the best side of this movie adalah sisi abu-abunya itu. Penonton 'dipaksa' ikut memutuskan harus menjadi jahat/baik, idealis/realistis. 

Belum lagi 'sentilan' sama polisi korup yang menggunakan segala cara untuk menutup/membuka kasus seringkali ditampilkan. I think, the scriptwiter wants to deliver another value of humanity in here. 

So will this movie worth your time? YES. A very good, breathtaking, intense movie I would say. Kita bakal ikut tegang, menahan napas saat keluarga Vijay di interograsi, ikut menebak dimana Vijay mengubur mayat Sam, ikut takut saat Anu hampir dihajar Gaitonde, dan ikut sedih-tapi-mau-gimana-lagi liat endingnya. 

Ada adegan nari/nyanyi? Nari nggak ada, nyanyi... ya adalah! HAHAHA, namanya juga film India. Regardless, this is a very good movie, indeed.

I would give 10/10 for this, apalagi untuk orang yang suka film thriller penuh teka-teki dan suspense. 








[First Impression] Jdrama BG: Personal Bodyguard/Shinpen Keigonin (2018)

Judul       : BG: Personal Bodyguard/Shinpen Keigonin (身辺警護人) Tahun      : 2018 Pemain    : Takuya Kimura , Nanao WHY I WATCH THIS D...

Judul       : BG: Personal Bodyguard/Shinpen Keigonin (身辺警護人)
Tahun      : 2018
Pemain    : Takuya Kimura, Nanao


WHY I WATCH THIS DRAMA?
If there is one thing I couldn't skip in Japanese drama, the answer is : Takuya Kimura. I've been his fan since I was in elementary school. Kenapa? Karena Takuya Kimura selalu milih peran yang 'beda-beda' di setiap doramanya, ga terkecuali kali ini. 

THE PLOT (7/10)

Akira Shimazaki (Takuya Kimura) adalah seorang bodyguard sebelum berhenti dan jadi traffic security pemerintahan karena sebuah kecelakaan. Tapi Shimazaki ditarik kembali sebagai bodyguard di perusahaan tempat dia dulu bekerja, karena divisi baru telah didirikan. Dengan syarat, masa lalunya sebagai bodyguard profesional harus disembunyikan. 
Apa yang menjadi pemicu Shimazaki sempat berhenti jadi BG dan dapatkah dia mengerjakan tugas barunya dengan baik?

MY REVIEW?
Sejauh ini aku udah nonton 3 episode, and so far so good. FYI, aku ini nonton semua genre drama, jadi tanpa bumbu-bumbu kisah cinta yang banyak, kalo ceritanya menarik aku pasti lanjut nonton (apalagi ada Takuya Kimura!)
Ceritanya masih bikin penasaran banget. 
Kalo dari segi sinematografi, aku kasih 8.5/10. Kayaknya kamera yang digunakan di drama ini beda deh sama kamera dorama Jepang yang biasa aku tonton. Si BG ini diolahnya kayak film layar lebar gitu. Not to mention the opening background song <3
Akting para pemainnya juga aku suka, sangat natural. Yah, nggak bisa dipungkiri sih, yang main di drama ini semua udah 'punya nama' kecuali Nanao yang masih terbilang baru. Adegan fight dan pengambilan gambarnya juga bagus. Baru kali ini liat si Takuya Kimura ada adegan fight tangan kosong and it makes my heart flutters! 
Kalo kalian penikmat dorama Jepang non-romantis, ini aku rekomendasikan banget sih. Apalagi yang suka genre action. Happy watching!

[REVIEW] Jdrama Rich Man, Poor Woman

Judul        : Rich Man, Poor Woman Episode  : 11 Tahun    : 2012 Pemain  : Oguri Shun , Satomi Ishihara , Saki Aibu WHY I ...

Judul        : Rich Man, Poor Woman
Episode    : 11
Tahun       : 2012
Pemain     : Oguri Shun, Satomi Ishihara, Saki Aibu



WHY I WATCH THIS DRAMA?

Just because I'm a fan of jdrama, jadi kayak nggak afdol aja kalo ga nonton ini. Ratingnya lumayan tinggi, walaupun aku kurang suka sama main cast-nya.



THE PLOT (8/10)



Dikisahkan Toru Hyuga (Oguri Shun) adalah jenius tamatan SMA yang mendirikan sebuah perusahaan IT bernama Next Innovation bersama sahabat karibnya, Asahina Kousuke. Kekurangan Hyuga cuma satu, dia nggak bisa mengingat nama dan wajah orang dengan baik. Dengan teknologi yang dikembangkan di Next Innovation, Hyuga berusaha mencari keberadaan ibunya, Sawaki Chihiro, yang meninggalkannya sejak kecil.
Oguri Shun as Hyuga Toru
Sedangkan Makoto Natsui (Ishihara Satomi) adalah mahasiswi tahun terakhir di Tokyo Daigaku, univ paling bergengsi di Jepang (ya kalo di Indonesia, ibaratnya kayak ITB kali ya?). Si Natsui ini orangnya pekerja keras, kuat banget belajar dan menghafal. Sayangnya, walaupun sudah berusah payah cari kerja dia selalu gagal dalam tes interview. Suatu hari, dia memutuskan untuk apply job di Next Innovation. Sialnya, hal itu justru berakhir dengan dia dipermalukan di depan umum oleh Toru Hyuga. Merasa kesal, Natsui memalsukan identitasnya. Dia mengaku sebagai Sawaki Chihiro.

Darimana Natsui tau tentang rahasia besar Hyuga? Dan apa yang bakal terjadi diantara mereka?

THE CHARACTER (9.5/10)
Toru Hyuga 
......is an asshole *LOL* seriously. Ini karakternya nyebelin banget. Suka seenak udel sama orang lain, walaupun jenius tapi sama sekali ga peka. Sayangnya, dia bukan orang yang bisa teamwork, akibatnya jadi banyak yang merasa kesel dan berakibat buruk dengan posisinya di Next Innovation.

(1) ini jahat banget sih, asli.
(2)
Pergi ke kantor pake kaos oblong, celana, sama sendal jepit. Udah gitu jarang banget pake mobil, sukanya pake motor gede kemana-mana. Sebenernya Toru ini sederhana sekali untuk orang yang sesukses dia. Yang bikin orang-orang di sekitar Hyuga kesel itu adalah sifat egoisnya. Kalo ngomong suka sembarangan. Tapi dia ini jenuis, punya segudang ide untuk mengembangkan teknologi jadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Akibat inovasi dan ideologinya, Hyuga seringkali ditertawakan oleh pemegang saham karena idenya seringkali membutuhkan uang yang tidak sedikit. Disinilah, perjuangan Hyuga meyakinkan mereka untuk meluncurkan start up yang dia bangun untuk program pemerintah. Bukan cuma memikirkan keuntungan, dia juga memikirkan kesejahteraan rakyat Jepang lewat penemuan IT-nya.

Ishihara Satomi as Mikoto Natsui
Natsui Mikoto 
Ingatannya luar biasa. Dia bisa hafal poin penting dari setumpuk map dalam setengah jam. Kelebihannya ini sangat membantu Hyuga yang sering lupa nama dan wajah orang pas meeting penting. Dia juga pekerja keras dan bersemangat. Biar kata sering kesel sama Hyuga yang sombong, Natsui selalu mendukung Hyuga di saat susah. Bahkan sampe nolak tawaran kerja dari perusahaan lain demi mendirikan perusahaan baru bersama Hyuga yang ditendang dari Next Innovation, padahal dia sendiri ngerasain susahnya cari kerja walaupun lulusan universitas top macam Todai (Tokyo Daigaku)

Kousuke Asahina
Kousuke ini temen seperjuangan Toru membangun Next Innovation. Dia seringkali cuma jadi pihak kedua, mengikuti alur yang dibuat Toru. Orangnya diam-diam ambisius dan pengen take over jadi leader. Ya pokoknya, kepribadiannya si Kousuke ini berbanding terbalik sama Toru. Kalo Toru lebih sering nantang, dia ini main aman. 

Yoko Asahina
Adik perempuan Kousuke yang berprofesi sebagai chef. Dia dulu di luar negri, kemudian pulang ke Jepang. This girl is going to be Mikoto's rival in love. Karena dia juga menaruh rasa suka pada Toru. 

Yosuke Asari
Ini salah satu karyawan Next Innovation yang mengidolakan Toru. Sayangnya, si Toru ini ga pernah inget siapa nama dia. Kocak banget dah, cara-cara si Yosuke ini supaya Toru inget sama nama dan mukanya. Sampe nulis namanya di kaos terus dipake ke kantor.

THE CHEMISTRY (8.5/10)

Though I'm not a fan of both Oguri Shun & Ishihara Satomi, I must admit I love their chemistry.
Oguri Shun portraying Hyuga as an arrogant yet kakkoi in this drama. Gayanya yang seenak udel itu justru yang bikin aku suka. Ishihara Satomi mah emang seringnya dapet peran-peran polos (kadang menyebalkan) jadi ya... biasa aja. Yang bikin beda cuma di drama ini dia pinter banget.
The strongest point between the main lead is how they support each other through hardship.
Ini si Hyuga nyebelin banget, asli.
Meski doyan berantem dan adu mulut, mereka saling percaya dan mendukung satu sama lain walau nggak pernah ditunjukan secara gamblang. Ada juga adegan cemburu-cemburuan cinta segi empat di drama ini, walaupun nggak terlalu ditonjolkan, cuma sebagai pemanis cerita aja.

CINEMATOGRAPHY (6/10)

Lokasi syutingnya biasa aja, but we can still see the view of Japanese countryside which is quite enjoyable. Yang aku ga suka, pengambilan gambar di drama ini suka lebay ala sinetron Indonesia yang bisa tiba-tiba nge-zoom muka pemainnya mendadak.

SOUNDTRACK (5/10)

Aduhhhh... ini suara mbak-mbak yang nyanyi di OP drama ini ala anime, melengking bahagia gitu. I'm not a fond of it at all *sorry to say* aku malah doyan denger bakcsound-nya doang hehe. I put the recommendation below :


SKINSHIP (7/10)

Jangan berharap banyak sama skinship disini, karena jumlahnya sedikiiiiiit banget. Yet, I'm not disappointed at all. Chemistry antara Hyuga dan Natsui nggak ditunjukan lewat adegan cheesy romantis, tapi lebih ke perlakuan suprotif masing-masing pribadi gitu.

(1)
(2)
Adegan yang paling aku suka waktu Natsui ngasih kode dia naksir Hyuga, dan dibalas dengan kode juga. 
(1) maksudnya Natsui ngodein Hyuga kalo dia naksir LOL
(2) dan dibales dengan sedikit sarat ancaman :)

SHOULD YOU WATCH THIS DRAMA?

I thought at first this drama would be cliche as the title. Gila ga sih, judulnya kalo di Bahasa Indonesia itu 'cowok kaya, cewek miskin' berasa judul sinteron *cringe* tapi ternyata aku salah. 

Kalo berharap nonton drama ini banyak adegan romantis ala drama, juga salah! Yang doyan  romantisme banyak skinship, mending di skip aja. Tapi kalo suka drama romantis berbumbu perjuangan, motivasi, dan persahabatan I would highly recommend this! Seperti dorama Jepang pada umumnya, dari 11 episode Rich Man, Poor Woman moral value-nya cukup banyak.

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
Setuju banget sih sama dialog di atas. Ga banyak orang yang bisa melakukan passion-nya untuk hidup. Sebagian besar masyarakat juga nggak tau mau jadi apa, akhirnya berusaha keras masuk universitas bagus demi kehidupan yang lebih layak udah dianggap 'passion dan cita-cita'. Nonton ini tuh berasa ketampar di muka soal mimpi vs realita saat dewasa *sigh*

Either, teach you about how to behave towards others no matter how smart you are, or simply surviving di dunia kerja. Persaingan di dunia kerja itu sangat sulit, walau kualifikasi kita udah cukup.
Money is the most important, we'll do any job for it, but we won't sell our soul" - Hyuga Toru
Ya, di usia masuk dunia kerja juga semua pasti mikir duit itu yang paling penting. Tapi, kita juga ga boleh melupakan bahwa bukan hanya itu satu-satunya yang penting di dunia. This drama deliver the value really well. Karena aku suka nonton drama yang banyak pesan moralnya, so this drama is a yes for me.

Aku juga suka Oguri Shun disini (padahal dulu sempet anti banget nonton dia jadi Hanazawa Rui di Hana Yori Dango). Si Toru Hyuga ini keren banget, sumpah! Walaupun akting side cast-nya kurang banget *sigh*

Intinya, kalo emang penggemar dorama Jepang yang selalu ada 'slice of life' di baliknya, kalian pasti suka nonton ini. Aku menyarankan Rich Man, Poor Woman sebagai siraman moral value bagi yang berusia masuk dunia kerja. There are tons of things you can learn from it! 

Overall, I give 7/10 for this drama. Happy watching!

[REVIEW] Film Coco (2017)

Dulu pas awal-awal tayang di bioskop, everybody go crazy and ranting this movie a lot. Aku baru kesampean nonton film ini pas weekend, and ...

Dulu pas awal-awal tayang di bioskop, everybody go crazy and ranting this movie a lot. Aku baru kesampean nonton film ini pas weekend, and I would like to give some thoughts about whether the movie is worth the hype. 


Judul         : Coco
Durasi        : 1 jam 45 menit
Sutradara   : Lee Unkrich

THE PLOT (9/10)
Adegan pembuka film ini menceritakan tentang silsilah keluarga Rivera yang berprofesi sebagai pengrajin sepatu secara turun-temurun dari Mama Imelda, sesepuh keluarga yang ditinggalkan oleh suaminya yang mengejar mimpi demi menjadi pemusik. Karena harus menanggung biaya hidup putrinya, Coco, Mama Imelda melakukan segala cara untuk mendapatkan uang dan berakhir sebagai pioner pengrajin sepatu. Semenjak ditinggal pergi suaminya yang lebih memilih musik ketimbang keluarga kecil mereka, Mama Imelda selalu melarang keluarganya bermusik.
Foto suaminya sampe dirobek karena bagi keluarga Rivera, suami Imelda bukan lagi bagian dari keluarga.
Namun Miguel, cucu buyut Coco, diam-diam punya impian menjadi pemusik. Ia tidak ingin menjadi pengrajin sepatu. Suatu hari, Miguel ingin mengikuti audisi musik namun ketahuan oleh keluarganya yang anti-musik, dan gitarnya dirusak. Karena tidak ada dukungan dari keluarganya, Miguel nekat mencuri gitar dari kakek buyut sekaligus pemusik favoritnya yang sudah meninggal, Ernasto de La Cruz. 
Setelah mencuri gitar itu, Miguel mendadak masuk ke dalam dunia arwah dan mendapati suatu kejutan tentang rahasia keluarganya. Dapatkah Miguel kembali ke dunia dan mewujudkan mimpinya menjadi musisi?

MY REVIEW? [may contain spoiler]

This movie is awesome. 
Pixar’s attention to detail never wavers. Harapanku setiap menonton film animasi adalah keindahan adegan, warna-warna yang spektakuler (including lights, fireworks, and stuff, anything sparkle) dan Coco menyajikan itu semua dengan baik. Musik di film ini juga asik-asik, karena kebanyakan musiknya khas Mexico banget. Good job to Pixar!
(1)
(2)
(3)
Awalnya, aku kira Coco is going to be 'oh-another-family-movie-from-Pixar' walaupun aku baca animasi ini dapat banyak penghargaan. Di 45 menit durasinya, barulah kerasa 'ngena' di aku kenapa film ini pantas mendapatkan begitu banyak penghargaan. Ceritanya kental akan kehidupan orang-orang Mexico biasanya punya keluarga besar dengan segudang paman, om, nenek, buyut dsbnya (ternyata mirip sama Indonesia ya? HAHA), berkerabat dekat, doyan musik, dan percaya tahayul/tradisi. 

Di film Coco, tradisi Days of The Dead (Die de muertos) adalah hari dimana keluarga akan berkumpul untuk memberikan sesembahan berupa makanan favorit, memanjang foto leluhur yang sudah meninggal, dan berdoa agar arwah mereka dapat menyebrangi kehidupan selanjutnya. Sejujurnya, aku suka sekali film animasi yang mengangkat cerita tradisi dari satu suku bangsa dll (seperti Moana contohnya). Selain jadi tau keunikan suatu bangsa, akan selalu ada moral value yang bisa diambil.
I love how they put Frida Kahlo in Coco movie! That was hilarious!
Ceritanya juga jaw dropping. Aku nggak menyangka bahwa kakek buyut Miguel yang sebenarnya bukanlah Ernesto, si penyanyi terkenal itu, melainkan Hector, cowok berpenampilan gelandangan yang nggak bisa menyebrang lantaran keluarganya nggak menaruh fotonya di hari peringatan kematian. Ternyata selama ini Ernesto yang mencuri semua musik Hector dan membunuhnya dengan racun saat Hector ingin berhenti dari dunia musik dan lebih memilih keluarganya.

Bagian mengharukan dari Coco adalah saat Miguel bernyanyi untuk nenek buyutnya, Coco, agar Coco tidak melupakan Hector dan mereka bisa bertemu lagi di dunia arwah. It stir up my feelings. Tentu sulit dijelaskan dengan kata-kata kalo nggak menontonnya sendiri hehe.
My heart wavers when I hear them sing together <3
Film Coco secara garis besar adalah menanamkan bahwa 'family should come first' karena keluarga akan selalu ada untuk kita dalam keadaan apapun. And I think, the message delivered pretty well untuk semua yang menonton. Selain itu, perjuangan Miguel yang berumur 12 tahun demi menggapai cita-citanya juga tidak bisa dianggap remeh. I love how stubborn he is!

Saat pilihan yang bijak harus diambil antara memilih untuk mengerjar impian atau menuruti keluarga tentu merupakan daya tarik dari film ini, apalagi yang bercita-cita sebagai pemusik.

Endingnya sangat menyentuh dan kemungkinan besar bisa membuat penonton menitikkan air mata. This movie reminds me of my grandparents instantly. Neneknya si Miguel khas nenek Indonesia banget deh yang masih menjaga tardisi, doyan ngomel, tapi aslinya sayang sekali sama cucunya! Kadang sebagai cucu, kita udah jarang berkomunikasi sama mereka entah karena alasan gap umur yang cukup jauh, nggak tau topik apa yang harus dibahas, atau kurang mendengarkan nasehat mereka karena kayaknya 'nggak penting-penting amat'.

Di saat dewasa, baru deh ntar sadar bahwa nasehat mereka selama ini banyak yang bener. Rasanya langsung kangen sama mereka hehe. Setelah menonton fim ini, aku langsung bertekad kalo suatu saat punya anak, anak-anakku harus akrab dengan keluarga besar juga! It also bring up the longing feeling to meet your big family and how fun it was. Such a heart-warming movie, indeed.

(1)
(2)
(3)
(4)
Anw, apakah waktu 1 jam 45 menit layak dihabiskan untuk menonton film ini? Definitely. 


[REVIEW] Film The Murder on The Orient Express (2017)

I'm super excited begitu denger bahwa akhirnya karya dari salah satu athor favoritku sepanjang masa a.k.a Agatha Christie akan dibikin ...

I'm super excited begitu denger bahwa akhirnya karya dari salah satu athor favoritku sepanjang masa a.k.a Agatha Christie akan dibikin film dan salah satu pemerannya adalah Johny Depp (yang juga salah satu aktor favoritku!). I will give my review, as honest as usual despite being a fan of both Agatha Christe and Johny Depp. 




THE PLOT (9/10)

Dikisahkan seorang detektif Belgia nyentrik dan terkenal bernama Hercule Poirot ingin pulang ke London setelah memecahkan sebuah kasus di Yarusalem. Poirot menggunakan kereta api Orient Express. Disana, Poirot bertemu dengan seorang pria bernama Edward Rachett yang meminta tolong untuk melindunginya dari ancaman surat yang belakangan diterimanya. Ia merasa nyawanya terancam dan menawarkan puluhan ribu dollar sebagai kompensasi jasa Poirot. Dengan tegas Poirot menolak karena suatu alasan. Malamnya, Rachett ditemukan tewas ditikam dengan pisau. 

Alhasil, penumpang yang satu gerbong dengan Rachrett dan Poirot otomatis menjadi tersangka. Mereka adalah Edward Henry Masterman, Hector Macqueen, Caroline Hubbard, Pilar Estravados, Mary Debenham, Dokter Arbuthnot, Gerhard Hardman, Putri Dragomiroff, Hildegarde Schmidt, Biniamino Marquez, Count Rudolph Andrenyi, Countess Elena Andrenyi, dan Pierre Michel sang kondektur. 

Dengan daya pikir dan intuisinya, sedikit demi sedikit potongan kasus menjadi sebuah kebenaran pahit yang menyedihkan karena Edward Rachett menyimpan banyak rahasia dan duka selama hidupnya. Berhasilkan Poirot mengungkapan siapa pelaku dan motif di balik pembunuhan Rachett?

MY REVIEW?


Pertama, aku akan bahas soal jejeran para pemainnya yang pada tersohor semua. Johny Depp, Judi Dench, William Defoe, Penelope Cruz tentu menjadi daya tarik tersendiri buatku. Karena nama-nama besar mereka, aku berharap film adaptasi ini akan sangat 'wah'. 

Everyone is as suspect!

Kemampuan akting mereka sudah tidak diragukan lagi dan dengan plot yang cukup rumit, naskah film ini termasuk sangat baik dalam merangkai sequence hingga berakhir sebelum 2 jam. Percakapan dengan setiap tokoh adalah petunjuk yang bisa jadi krusial walau pertayaan dan interogerasi Poirot terkesan tidak penting. Ini adalah jenis film yang 'nggak-bisa-nengok-dikit-langsung-ketinggalan' jadi pastikan kalo nonton kontsenterasi ya biar paham keseluruhan ceritanya! Aku cukup salut dengan penulis naskahnya, karena walaupun rumit dan banyak karakter film ini masih bisa diterima dengan mudah oleh penonton.

Nevertheless, film ini bener-bener 'one man show' Poirot yang diperankan oleh sutradaranya sendiri! Kudos to Kenneth Branagh! Khas Agatha Christie, semua tokoh dalam film ini punya peran dan kebiasaan masing-masing.Tapi sayangnya, karena karakternya banyak banget ada beberapa tokoh yang terkesan kurang tereksplor. 

Secara garis besar, aku cukup puas setelah nonton filmnya. Beberapa hal sesuai ekspektasi walaupun aku belum pernah baca novel Agatha Christie yang ini, tapi aku udah sering baca serial Hercule Poirot and I love the way Kenneth portraying him! Dikisahkan Poirot adalah detektif nyentrik, perfeksionis (di adegan dia mengukur dua telur rebusnya di sarapan pagi harus rata, selalu menegur orang yang dasinya miring, dan kekesalannya karena menginjak pup unta dengan kaki kanan lalu untuk membuatnya seimbang, dia menginjak lagi pup itu dengan kaki kirinya, belum lagi kumisnya yang rada lucu itu), asertif, juga cerdas lewat dialog dan pertanyaan yang seringkali membuat kagum. Menurutku sifatnya sesuai deskripsi sang author di novel-novelnya. Walaupun dalam bayanganku si Poirot ini seharusnya lebih gendut sih. Jadi walaupun yang nonton nggak pernah baca karya Agatha Christie, karakter Hercule Poirot tersampaikan kok.

Kedua, selama nonton film ini mata kita akan disuguhi dengan pemandangan spektakuler pegunungan, suasana Yarusalem, dan salju yang menambah 'feeling' dari kasus pembunuhan Edward Rachett. 

Dibalut dengan pemadangan dan karakter yang kuat, dan ending-nya yang cukup jaw dropping, menurutku film ini worth banget. I'm a mystery maniac, dari dulu aku selalu suka nonton film yang endingnya tidak terduga dan bikin mikir. 

Selain itu, The Murder on The Orient Express membawa kita mengulik lebih dalam soal keadilan dan nilai sosialnya. Karena keadilan dari sudut pandang setiap orang yang berbeda-beda, bisa jadi malah keadilan itu jatuhnya 'main hakim sendiri'. Kita juga ikut merasakan beratnya keputusan yang diambil Hercule Poirot di akhir cerita setelah terungkapnya kasus ini. 

I give it 8/10! Happy watching!